Kali ini beritanya cukup menggelikan! Banyak personel Tentara Pendudukan Israel yang terlibat dalam serangan darat di Jalur Gaza mengalami depresi dan ketakutan. Mereka telah dilarikan ke rumah sakit. Demikian diberitakan oleh Channel-2 televisi Israel, Selasa (13/1).
Channel-2 menyiarkan, serdadu Israel berdatangan silih berganti ke rumah sakit Soroka (Bir Saba') . Sebagian kecil serdadu mengalami luka parah. Namun, yang paling banyak justru serdadu-serdadu yang mengalami tekanan mental dan penyakit psikis berat! Weleh! Mengapa sampai separah itu?
Terkait dengan itu, perhatikan rilis yang dikeluarkan oleh situs internet Yedeot Ahronot Selasa mengutip pernyataan komandan divisi kendaraan lapis baja: “Dalam pertempuran ini, Anda nyaris tidak bisa melihat musuh secara kasat mata. Semua bergerak di bawah tanah. Musuh berlompatan dari bawah, seakan-akan ada kota bawah tanah. Ini mengharuskan kami bergerak dengan penuh kewaspadaan!” Demikian ia menggambarkan.
Mereka pun tidak percaya diri ketika hendak memasuki sebuah rumah penduduk Gaza. Micki Sharafit mengatakan: “Setiap kali hendak menguasai sebuah rumah, kendaraan lapis baja dan buldoser selalu bergerak di depan untuk memastikan tidak ada jebakan. Pernah kami mendekati sebuah rumah, ternyata di sana sudah dipasang 40 ranjau yang siap meledak. Dalam bangunan lain, kami menemukan sebuah terowongan bawah tanah yang digunakan untuk menyergap tentara.”
Yedeot Ahronot memperkirakan, penyebab depresi para serdadu adalah suasana mencekam karena konfrontasi, pergerakan penuh kewaspadaan di antara jebakan-jebakan Hamas, dan penyelamatan prajurit yang luka-luka yang disertai tembak-menembak. Terlebih bagi serdadu pendudukan yang baru pertama kali berpartisipasi dalam perang.
Berbagai media informasi di Israel menyebutkan bahwa para pejabat keamanan Israel menyatakan kegagalan mereka mencapai target, karena sangat sedikit anggota faksi-faksi Palestina yang berhasil ditangkap selama serangan darat dilancarkan ke Jalur Gaza.
Para penyidik departemen keamanan masyarakat “Shabak” menyimpulkan, dari 200 warga Palestina yang ditangkap pasukan pendudukan di Jalur Gaza, hanya 30 orang saja yang dianggap oleh Shabak sebagai anggota organisasi politik Palestina di Jalur Gaza, khususnya Hamas.
Oleh karena itu, Shabak menetapkan untuk membatalkan pembukaan rumah tahanan khusus untuk mengadili para aktivis, setelah sebelumnya mereka berencana membuka pengadilan militer untuk menyelenggarakan pengadilan yang cepat.
Yedeot Ahronot mengatakan, “pasukan pendudukan hingga sekarang benar-benar telah gagal dalam upaya menangkap para mujahid Hamas”. Jadi, ternyata kekuatan Israel sangat rapuh! Terutama mentalnya.
No Response to "Tentara Zionis Stress Berat"
Posting Komentar