Bismillahirrohmaani rrohiim
Ada seorang laki-laki yang sedang makan bersama istrinya, mereka berdua sedang menyantap ayam panggang,
tiba-tiba datang seorang pengemis, laki-laki tersebut keluar lalu mnghardik dan mengusir pengemis tersebut,
selang beberapa lama laki-laki itu jatuh bangkrut, kekayaanya habis sehingga dirinya harus bercerai pula dengan istrinya,
setelah wanita itu bercerai dari seuaminya, ia menikah dengan laki-laki lain,
suatu hari ia sedang makan bersama suaminya, makanan yang mereka santap adalah ayam panggang,tiba-tiba pintu rumah mereka ada yang mengetuk dan ternyata seorang pengemis, suami wanita ini berkata kepadanya, " Berikan ayam panggang ini kepada dia..." si wanita tersebut keluar untuk memberikan ayam panggang, ternyata peminta-minta yang datang tersebut adalah mantan suaminya yang dulu,
ia memberikan ayam panggang tersebut dan segera kembali kedalam rumah sambil menangis
suaminya bertanya mengenai tangisannya, ia menceritakan bahwa yang tadi meminta-minta itu adalah bekas suaminya yang dulu, dan tidak lupa ia menceritakan bagaimana kisah suaminya yang pernah mengusir seorang peminta-minta ketika sedang makan seperti yang sedang mereka lakukan sekarang,suami wanita tersebut berkata.." Engkau jangan heran dengan kekuasaan Allah, demi Allah saya ini adalah peminta-minta yang dulu di usir olehnya..."
wanita ini tertegun...
semoga bermanfaat
Raih Keberkahan Di Pagi Hari
Saudaraku, Islam ternyata sangat peduli dengan dinamika dan semangat beraktivitas di awal waktu. Setiap hari selalu diawali dengan datangnya waktu pagi. Waktu pagi merupakan waktu istimewa. Ia selalu diasosiasikan sebagai simbol kegairahan, kesegaran dan semangat. Barangsiapa merasakan udara pagi niscaya dia akan mengatakan bahwa itulah saat paling segar alias fresh sepanjang hari. Pagi sering dikaitkan dengan harapan dan optimisme. Pagi sering dikaitkan dengan keberhasilan dan sukses. Sehingga dalam peradaban barat-pun dikenal suatu pepatah berbunyi: ”The early bird catches the worm.” (Burung yang terbang di pagi harilah yang bakal berhasil menangkap cacing).
Dalam sebuah hadits ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memberi perhatian kepada waktu pagi. Sehingga di dalam hadits tersebut beliau mendoakan agar ummat Islam peduli dan mengoptimalkan waktu spesial dan berharga ini.
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)
Melalui doa di atas Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahan-lah yang bakal sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktifitas. Oleh karenanya, saudaraku, janganlah kita kecewakan Nabi kita. Janganlah kita jadikan doa beliau tidak terwujud. Marilah kita menjadi ummat yang pandai bersyukur dengan adanya waktu pagi. Marilah kita me-manage jadwal kehidupan kita sehingga di waktu pagi kita senantiasa dilimpahkan berkah karena kita didapati Allah dalam keadaan ber’amal.
Janganlah kita menjadi seperti sebagian orang di muka bumi yang membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja dengan aktifitas tidak produktif, seperti tidur misalnya. Biasanya mereka yang mengisi waktu pagi dengan tidur menjadi fihak yang sering kalah dan merugi. Bagaimana tidak kalah dan merugi? Pagi merupakan waktu yang paling segar dan penuh gairah... Bila di saat paling baik saja seseorang sudah tidak produktif, bagaimana ia bisa diharapkan akan sukses beraktifitas di waktu-waktu lainnya yang kualitasnya tidak lebih baik dari waktu pagi hari...???
Maka, di antara kiat-kiat agar insyaAllah kita selalu memperoleh keberkahan di pagi hari adalah:
Pertama, jangan biasakan begadang di malam hari. Usahakanlah agar setiap malam kita bersegera tidur malam. Idealnya kita jangan tidur malam melebihi jam sepuluh malam. Kalaupun banyak tugas, maka pastikan mulai tidur jangan lebih lambat dari jam sebelas. Kalaupun tugas sedemikian bertumpuknya, maka pastikan bahwa pukul duabelas tengah malam merupakan batas akhir kita masih bangun.
Kedua, pastikan bahwa sedapat mungkin kita bisa bangun di tengah malam sebelum azan Subuh untuk mengerjakan sholat tahajjud dan witir. Idealnya kita selalu berusaha untuk sholat malam sebagaimana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu sebanyak delapan rakaat tahajjud dan tiga rakaat witir. Namun jika tidak tercapai, maka kurangilah jumlah rakaatnya sesuai kesanggupan fisik dan ruhani sehingga minimal dua rakaat tahjjud dan satu rakaat witir. Tapi ingat, ini hanya dikerjakan bila kita terpaksa karena tidur terlalu larut malam mendekati jam duabelas malam. Yang jelas, usahakanlah setiap malam agar kita selalu bisa melaksanakan sholat malam (tahjjud plus witir). Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa orang yang menyempatkan diri untuk bangun malam dan sholat malam, maka ia bakal memperoleh semangat dan kesegaran di pagi harinya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyempatkan diri untuk bangun dan sholat malam, maka di pagi hari ia bakal memiliki perasaan buruk dan malas.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)
Ketiga, pastikan diri tidak kesiangan sholat subuh. Dan khusus bagi kaum pria usahakanlah untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sebab sholat subuh berjamaah di masjid merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit kemunafikan.
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi kaum munafik adalah sholat isya dan subuh (berjamaah di masjid). Andai mereka tahu apa manfaat di dalam keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak-rangkak. (HR Muslim 2/123)
”Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.” (HR Muslim 3/387)
Keempat, janganlah tidur sesudah sholat subuh. Segeralah isi waktu dengan sebaik-baiknya. Entah itu dengan bersegera membaca wirid atau ma’tsurat pagi atau apapun kegiatan bermanfaat lainnya. Barangkali bisa membaca buku, berolah-raga atau menulis buku atau bahkan berdagang sebagaimana kebiasaan sahabat Sakhru bin Wada’ah. Orang yang tidur di waktu pagi berarti menyengaja dirinya tidak menjadi bagian dari umat Islam yang didoakan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperoleh berkah Allah di pagi hari. Ia menyia-nyiakan kesempatan berharga. Pagi merupakan saat paling berkualitas sepanjang hari. Alangkah naifnya orang yang sengaja membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja tanpa aktifitas bermanfaat dan produktif. Tak heran bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam justru memobilisasi pasukan perangnya untuk berjihad fi sabilillah senantiasa di awal hari yakni di waktu pagi sehingga fihak musuh terkejut dan tidak siap menghadapinya.
Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.
Dalam sebuah hadits ternyata Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam juga memberi perhatian kepada waktu pagi. Sehingga di dalam hadits tersebut beliau mendoakan agar ummat Islam peduli dan mengoptimalkan waktu spesial dan berharga ini.
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam berdoa: “Ya Allah, berkahilah ummatku di pagi hari.” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam biasa mengirim sariyyah atau pasukan perang di awal pagi dan Sakhru merupakan seorang pedagang, ia biasa mengantar kafilah dagangnya di awal pagi sehingga ia sejahtera dan hartanya bertambah.” (HR Abu Dawud 2239)
Melalui doa di atas Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam ingin melihat umatnya menjadi kumpulan manusia yang gemar beraktifitas di awal waktu. Dan hanya mereka yang sungguh-sungguh mengharapkan keberhasilan dan keberkahan-lah yang bakal sanggup berpagi-pagi dalam kesibukan beraktifitas. Oleh karenanya, saudaraku, janganlah kita kecewakan Nabi kita. Janganlah kita jadikan doa beliau tidak terwujud. Marilah kita menjadi ummat yang pandai bersyukur dengan adanya waktu pagi. Marilah kita me-manage jadwal kehidupan kita sehingga di waktu pagi kita senantiasa dilimpahkan berkah karena kita didapati Allah dalam keadaan ber’amal.
Janganlah kita menjadi seperti sebagian orang di muka bumi yang membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja dengan aktifitas tidak produktif, seperti tidur misalnya. Biasanya mereka yang mengisi waktu pagi dengan tidur menjadi fihak yang sering kalah dan merugi. Bagaimana tidak kalah dan merugi? Pagi merupakan waktu yang paling segar dan penuh gairah... Bila di saat paling baik saja seseorang sudah tidak produktif, bagaimana ia bisa diharapkan akan sukses beraktifitas di waktu-waktu lainnya yang kualitasnya tidak lebih baik dari waktu pagi hari...???
Maka, di antara kiat-kiat agar insyaAllah kita selalu memperoleh keberkahan di pagi hari adalah:
Pertama, jangan biasakan begadang di malam hari. Usahakanlah agar setiap malam kita bersegera tidur malam. Idealnya kita jangan tidur malam melebihi jam sepuluh malam. Kalaupun banyak tugas, maka pastikan mulai tidur jangan lebih lambat dari jam sebelas. Kalaupun tugas sedemikian bertumpuknya, maka pastikan bahwa pukul duabelas tengah malam merupakan batas akhir kita masih bangun.
Kedua, pastikan bahwa sedapat mungkin kita bisa bangun di tengah malam sebelum azan Subuh untuk mengerjakan sholat tahajjud dan witir. Idealnya kita selalu berusaha untuk sholat malam sebagaimana Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam, yaitu sebanyak delapan rakaat tahajjud dan tiga rakaat witir. Namun jika tidak tercapai, maka kurangilah jumlah rakaatnya sesuai kesanggupan fisik dan ruhani sehingga minimal dua rakaat tahjjud dan satu rakaat witir. Tapi ingat, ini hanya dikerjakan bila kita terpaksa karena tidur terlalu larut malam mendekati jam duabelas malam. Yang jelas, usahakanlah setiap malam agar kita selalu bisa melaksanakan sholat malam (tahjjud plus witir). Karena Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjamin bahwa orang yang menyempatkan diri untuk bangun malam dan sholat malam, maka ia bakal memperoleh semangat dan kesegaran di pagi harinya. Dan sebaliknya, barangsiapa yang tidak menyempatkan diri untuk bangun dan sholat malam, maka di pagi hari ia bakal memiliki perasaan buruk dan malas.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu bahwa Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Syetan akan mengikat tengkuk salah seorang di antara kamu apabila ia tidur dengan tiga ikatan. Syetan men-stempel setiap simpul ikatan atas kalian dengan mengucapkan: Bagimu malam yang panjang maka tidurlah. Apabila ia bangun dan berdzikir kepada Allah ta’aala maka terbukalah satu ikatan. Apabila ia wudhu, terbuka pula satu ikatan. Apabila ia sholat, terbukalah satu ikatan. Maka, di pagi hari ia penuh semangat dan segar. Jika tidak, niscaya di pagi hari perasaannya buruk dan malas.” (HR Bukhary 4/310)
Ketiga, pastikan diri tidak kesiangan sholat subuh. Dan khusus bagi kaum pria usahakanlah untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sebab sholat subuh berjamaah di masjid merupakan sarana untuk membersihkan hati dari penyakit kemunafikan.
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Sesungguhnya sholat yang paling berat bagi kaum munafik adalah sholat isya dan subuh (berjamaah di masjid). Andai mereka tahu apa manfaat di dalam keduanya niscaya mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak-rangkak. (HR Muslim 2/123)
”Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam tiada seorang tertinggal dari sholat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.” (HR Muslim 3/387)
Keempat, janganlah tidur sesudah sholat subuh. Segeralah isi waktu dengan sebaik-baiknya. Entah itu dengan bersegera membaca wirid atau ma’tsurat pagi atau apapun kegiatan bermanfaat lainnya. Barangkali bisa membaca buku, berolah-raga atau menulis buku atau bahkan berdagang sebagaimana kebiasaan sahabat Sakhru bin Wada’ah. Orang yang tidur di waktu pagi berarti menyengaja dirinya tidak menjadi bagian dari umat Islam yang didoakan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam memperoleh berkah Allah di pagi hari. Ia menyia-nyiakan kesempatan berharga. Pagi merupakan saat paling berkualitas sepanjang hari. Alangkah naifnya orang yang sengaja membiarkan waktu pagi berlalu begitu saja tanpa aktifitas bermanfaat dan produktif. Tak heran bila Nabi shollallahu ’alaih wa sallam justru memobilisasi pasukan perangnya untuk berjihad fi sabilillah senantiasa di awal hari yakni di waktu pagi sehingga fihak musuh terkejut dan tidak siap menghadapinya.
Ya Allah, berkahilah kami di pagi hari selalu. Ya Allah, kami berlindung kepada Engkau dari kemalasan dan ketidakberdayaan dalam hidup kami, terutama di waktu pagi hari.
Belajar Dari Pengalaman
Bagi yang terpilih, ingat-lah janji-janji Anda terhadap para rakyat pemilih, Ingatlah janji Anda untuk membuat perubahan di negeri yang terpuruk dengan berbagai macam krisis dan bencana ini. Jangan sampai Anda membawa penyesalan di akhir hayat Anda, mumpung Anda masih diberi kesempatan - belajarlah dari penyesalan yang tertulis di batu nisan seorang penulis berikut:
"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negeriku saja.
Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negeriku, aku mulai berusaha mengubah masyarakatku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah masyarakatku, maka aku mulai berusaha mengubah keluargaku. Kemudian akupun sadar aku semakin renta, aku juga tak bisa mengubah keluargaku.
Ketika waktuku sudah hampir habis, aku menyesal ternyata satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri. Bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku kemudian masyarakatku. Pada akhirnya aku akan mengubah negeriku dan setelah itu aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."
Bagi yang tidak terpilih, jangan sedih- jangan gundah. Kembalilah mengaji bersama kami rakyat kebanyakan. Sebagai rakyat biasa kita tetap bisa mengubah dunia, tidak percaya ? Ada pelajaran yang sangat indah dari ulama besar abad ini Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna bagi Anda yang ingin mengubah dunia.
Dunia tidak bisa diubah dengan teori dan juga janji; dunia hanya bisa diubah dengan amal yang nyata. Amal-pun tidak bisa sembarang amal, melainkan amal yang berkwalitas, ikhlas dan dilakukan dengan urutan yang benar. Berikut adalah urutan amal bagi yang ingin mengubah dunia.
1) Perbaikilah diri Anda sendiri dahulu : targetnya adalah menjadikan diri Anda kuat secara fisik, kokoh akhlaq, luas wawasan, mampu mandiri dengan penghasilan sendiri, selamat aqidah (tidak syirik sedikitpun), benar dalam beribadah, selalu memperbaiki diri, mampu mengatur waktu, rapi dalam segala urusan dan mampu memberi manfaat pada orang lain.
2) Menjadikan keluarga Anda keluarga muslim : mendidik dan membimbing anak dengan dasar-dasar Islam, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas.
3) Mengajak masyarakat ke Islam : menyebarkan seruan kebaikan, mencegah kemungkaran, segera melakukan kebajikan, mewarnai kehidupan masyarakat dengan Islam.
4) Memerdekakan Tanah Air : membebaskan diri dan negeri dari segala bentuk penjajahan baik yang sifatnya politik, ekonomi maupun penjajahan pemikiran.
5) Membenahi pemerintahan : membawa kearah pemerintahan yang Islami, pemimpin adalah pelayan umat, menjamin pelaksanaan hal-hal yang diperintahkan /diwajibkan dalam Islam dan melarang hal-hal yang memang terlarang dalam Islam.
6) Mengembalikan Khilafah : mengembalikan eksistensi kekhalifahan Islam yang telah hilang berpuluh tahun, memerdekakan negeri-negeri Muslim yang masih terjajah dan menghidupkan kejayaannya.
7) Kepeloporan internasional ( ustadziyatul ‘alam) : Baru saat itulah Anda-Anda bersama kita semua umat Islam insyaallah bisa merubah dunia, membebaskan dunia dari segala fitnah, dan kita hanya tunduk semata-mata kepada Allah.
Dari urut-urutan tersebut diatas, kita bisa lihat bahwa membenahi pemerintahan baru bisa kita lakukan di urutan ke 5 setelah kita sukses di empat urutan sebelumnya.
Kita paling hanya bisa bermimpi untuk memperbaiki masyarakat, negeri/pemerintahan apalagi dunia bila untuk memperbaiki diri dan keluarga saja kita tidak bisa.
Mari kita sekarang mulai dari square-one, kita mulai dari urutan pertama dulu, kemudian kedua, ketiga dan sambil terus memohon kepadaNya agar niat kita menyempurnakan amal sampai urutan ke 7 disampaikanNya …entah kapan, entah pada generasi kita atau anak-cucu yang jelas kita telah memulai dari langkah yang benar…1, 2, 3…. Amin.
ditulis oleh Muhaimin Iqbal
M. Qomaruddin
Dept. of Informatics Engineering
Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)
Semarang Jawa Tengah Indonesia
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~
Ph.D Student
IS Departement - UTM Skudai
Johor Bahru Malaysia
+60167199008
"Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini, lalu aku putuskan untuk mengubah negeriku saja.
Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negeriku, aku mulai berusaha mengubah masyarakatku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah masyarakatku, maka aku mulai berusaha mengubah keluargaku. Kemudian akupun sadar aku semakin renta, aku juga tak bisa mengubah keluargaku.
Ketika waktuku sudah hampir habis, aku menyesal ternyata satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri. Bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku kemudian masyarakatku. Pada akhirnya aku akan mengubah negeriku dan setelah itu aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini."
Bagi yang tidak terpilih, jangan sedih- jangan gundah. Kembalilah mengaji bersama kami rakyat kebanyakan. Sebagai rakyat biasa kita tetap bisa mengubah dunia, tidak percaya ? Ada pelajaran yang sangat indah dari ulama besar abad ini Imam Asy-Syahid Hasan Al Banna bagi Anda yang ingin mengubah dunia.
Dunia tidak bisa diubah dengan teori dan juga janji; dunia hanya bisa diubah dengan amal yang nyata. Amal-pun tidak bisa sembarang amal, melainkan amal yang berkwalitas, ikhlas dan dilakukan dengan urutan yang benar. Berikut adalah urutan amal bagi yang ingin mengubah dunia.
1) Perbaikilah diri Anda sendiri dahulu : targetnya adalah menjadikan diri Anda kuat secara fisik, kokoh akhlaq, luas wawasan, mampu mandiri dengan penghasilan sendiri, selamat aqidah (tidak syirik sedikitpun), benar dalam beribadah, selalu memperbaiki diri, mampu mengatur waktu, rapi dalam segala urusan dan mampu memberi manfaat pada orang lain.
2) Menjadikan keluarga Anda keluarga muslim : mendidik dan membimbing anak dengan dasar-dasar Islam, menjaga etika Islam dalam setiap aktivitas.
3) Mengajak masyarakat ke Islam : menyebarkan seruan kebaikan, mencegah kemungkaran, segera melakukan kebajikan, mewarnai kehidupan masyarakat dengan Islam.
4) Memerdekakan Tanah Air : membebaskan diri dan negeri dari segala bentuk penjajahan baik yang sifatnya politik, ekonomi maupun penjajahan pemikiran.
5) Membenahi pemerintahan : membawa kearah pemerintahan yang Islami, pemimpin adalah pelayan umat, menjamin pelaksanaan hal-hal yang diperintahkan /diwajibkan dalam Islam dan melarang hal-hal yang memang terlarang dalam Islam.
6) Mengembalikan Khilafah : mengembalikan eksistensi kekhalifahan Islam yang telah hilang berpuluh tahun, memerdekakan negeri-negeri Muslim yang masih terjajah dan menghidupkan kejayaannya.
7) Kepeloporan internasional ( ustadziyatul ‘alam) : Baru saat itulah Anda-Anda bersama kita semua umat Islam insyaallah bisa merubah dunia, membebaskan dunia dari segala fitnah, dan kita hanya tunduk semata-mata kepada Allah.
Dari urut-urutan tersebut diatas, kita bisa lihat bahwa membenahi pemerintahan baru bisa kita lakukan di urutan ke 5 setelah kita sukses di empat urutan sebelumnya.
Kita paling hanya bisa bermimpi untuk memperbaiki masyarakat, negeri/pemerintahan apalagi dunia bila untuk memperbaiki diri dan keluarga saja kita tidak bisa.
Mari kita sekarang mulai dari square-one, kita mulai dari urutan pertama dulu, kemudian kedua, ketiga dan sambil terus memohon kepadaNya agar niat kita menyempurnakan amal sampai urutan ke 7 disampaikanNya …entah kapan, entah pada generasi kita atau anak-cucu yang jelas kita telah memulai dari langkah yang benar…1, 2, 3…. Amin.
ditulis oleh Muhaimin Iqbal
M. Qomaruddin
Dept. of Informatics Engineering
Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)
Semarang Jawa Tengah Indonesia
~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~
Ph.D Student
IS Departement - UTM Skudai
Johor Bahru Malaysia
+60167199008
Tentara Zionis Stress Berat
Kali ini beritanya cukup menggelikan! Banyak personel Tentara Pendudukan Israel yang terlibat dalam serangan darat di Jalur Gaza mengalami depresi dan ketakutan. Mereka telah dilarikan ke rumah sakit. Demikian diberitakan oleh Channel-2 televisi Israel, Selasa (13/1).
Channel-2 menyiarkan, serdadu Israel berdatangan silih berganti ke rumah sakit Soroka (Bir Saba') . Sebagian kecil serdadu mengalami luka parah. Namun, yang paling banyak justru serdadu-serdadu yang mengalami tekanan mental dan penyakit psikis berat! Weleh! Mengapa sampai separah itu?
Terkait dengan itu, perhatikan rilis yang dikeluarkan oleh situs internet Yedeot Ahronot Selasa mengutip pernyataan komandan divisi kendaraan lapis baja: “Dalam pertempuran ini, Anda nyaris tidak bisa melihat musuh secara kasat mata. Semua bergerak di bawah tanah. Musuh berlompatan dari bawah, seakan-akan ada kota bawah tanah. Ini mengharuskan kami bergerak dengan penuh kewaspadaan!” Demikian ia menggambarkan.
Mereka pun tidak percaya diri ketika hendak memasuki sebuah rumah penduduk Gaza. Micki Sharafit mengatakan: “Setiap kali hendak menguasai sebuah rumah, kendaraan lapis baja dan buldoser selalu bergerak di depan untuk memastikan tidak ada jebakan. Pernah kami mendekati sebuah rumah, ternyata di sana sudah dipasang 40 ranjau yang siap meledak. Dalam bangunan lain, kami menemukan sebuah terowongan bawah tanah yang digunakan untuk menyergap tentara.”
Yedeot Ahronot memperkirakan, penyebab depresi para serdadu adalah suasana mencekam karena konfrontasi, pergerakan penuh kewaspadaan di antara jebakan-jebakan Hamas, dan penyelamatan prajurit yang luka-luka yang disertai tembak-menembak. Terlebih bagi serdadu pendudukan yang baru pertama kali berpartisipasi dalam perang.
Berbagai media informasi di Israel menyebutkan bahwa para pejabat keamanan Israel menyatakan kegagalan mereka mencapai target, karena sangat sedikit anggota faksi-faksi Palestina yang berhasil ditangkap selama serangan darat dilancarkan ke Jalur Gaza.
Para penyidik departemen keamanan masyarakat “Shabak” menyimpulkan, dari 200 warga Palestina yang ditangkap pasukan pendudukan di Jalur Gaza, hanya 30 orang saja yang dianggap oleh Shabak sebagai anggota organisasi politik Palestina di Jalur Gaza, khususnya Hamas.
Oleh karena itu, Shabak menetapkan untuk membatalkan pembukaan rumah tahanan khusus untuk mengadili para aktivis, setelah sebelumnya mereka berencana membuka pengadilan militer untuk menyelenggarakan pengadilan yang cepat.
Yedeot Ahronot mengatakan, “pasukan pendudukan hingga sekarang benar-benar telah gagal dalam upaya menangkap para mujahid Hamas”. Jadi, ternyata kekuatan Israel sangat rapuh! Terutama mentalnya.
Channel-2 menyiarkan, serdadu Israel berdatangan silih berganti ke rumah sakit Soroka (Bir Saba') . Sebagian kecil serdadu mengalami luka parah. Namun, yang paling banyak justru serdadu-serdadu yang mengalami tekanan mental dan penyakit psikis berat! Weleh! Mengapa sampai separah itu?
Terkait dengan itu, perhatikan rilis yang dikeluarkan oleh situs internet Yedeot Ahronot Selasa mengutip pernyataan komandan divisi kendaraan lapis baja: “Dalam pertempuran ini, Anda nyaris tidak bisa melihat musuh secara kasat mata. Semua bergerak di bawah tanah. Musuh berlompatan dari bawah, seakan-akan ada kota bawah tanah. Ini mengharuskan kami bergerak dengan penuh kewaspadaan!” Demikian ia menggambarkan.
Mereka pun tidak percaya diri ketika hendak memasuki sebuah rumah penduduk Gaza. Micki Sharafit mengatakan: “Setiap kali hendak menguasai sebuah rumah, kendaraan lapis baja dan buldoser selalu bergerak di depan untuk memastikan tidak ada jebakan. Pernah kami mendekati sebuah rumah, ternyata di sana sudah dipasang 40 ranjau yang siap meledak. Dalam bangunan lain, kami menemukan sebuah terowongan bawah tanah yang digunakan untuk menyergap tentara.”
Yedeot Ahronot memperkirakan, penyebab depresi para serdadu adalah suasana mencekam karena konfrontasi, pergerakan penuh kewaspadaan di antara jebakan-jebakan Hamas, dan penyelamatan prajurit yang luka-luka yang disertai tembak-menembak. Terlebih bagi serdadu pendudukan yang baru pertama kali berpartisipasi dalam perang.
Berbagai media informasi di Israel menyebutkan bahwa para pejabat keamanan Israel menyatakan kegagalan mereka mencapai target, karena sangat sedikit anggota faksi-faksi Palestina yang berhasil ditangkap selama serangan darat dilancarkan ke Jalur Gaza.
Para penyidik departemen keamanan masyarakat “Shabak” menyimpulkan, dari 200 warga Palestina yang ditangkap pasukan pendudukan di Jalur Gaza, hanya 30 orang saja yang dianggap oleh Shabak sebagai anggota organisasi politik Palestina di Jalur Gaza, khususnya Hamas.
Oleh karena itu, Shabak menetapkan untuk membatalkan pembukaan rumah tahanan khusus untuk mengadili para aktivis, setelah sebelumnya mereka berencana membuka pengadilan militer untuk menyelenggarakan pengadilan yang cepat.
Yedeot Ahronot mengatakan, “pasukan pendudukan hingga sekarang benar-benar telah gagal dalam upaya menangkap para mujahid Hamas”. Jadi, ternyata kekuatan Israel sangat rapuh! Terutama mentalnya.